Showing posts with label Writing. Show all posts
Showing posts with label Writing. Show all posts

09 August 2015

My emacs adventure (ID lang)

*Emacs*

Dear Linux users.

Selamat pagi.

Apakah diantara member ada yang menggunakan Emacs? atau mungkin Vi? sebagai text editornya. Kedua text editor itu powerful untuk kebutuhan text editing.

Saya kebetulan sedang belajar menggunakan Emacs. Kenapa kok balik ke aplikasi penyunting berbasis text?

Satu hal yang paling penting (*light weight file for easy sharing*) adalah berbagi file yang berbasis text akan lebih ringan dan bebas resiko tertular virus, dibandingkan file format binary (misal odt nya LibreOffice atau docx nya Ms Word -- oops masih ada yang pakaikah? hehe).

Yang kedua (*no compatibility issues*), kalau anda berbagi pakai file berbasis text, maka anda akan bebas dari kepusingan perbedaan format dan versi aplikasi, misal: anda menulis dengan format odt, tapi rekan anda menulis dengan docx. Walaupun diklaim kompatibel, tapi kenyataannya tidak 100%. Anda akan sering menemui image yang "lari-lari" tak karuan, rata kanan dan kiri yang kacau, dll. Sedangkan bila anda menggunakan text-based file, maka semua platform text editor akan dapat membacanya, _regardless_ OS yang anda pakai (Linux, Mac, atau Windows).
  
Yang ketiga (*easy markup language*),saat ini telah banyak markup language yang memudahkan kita untuk berbagai pakai dengan pengguna aplikasi office. Coba anda google: "Markdown" atau "org mode". Markdown sifatnya lebih bebas, tapi kalau org-mode adalah salah satu package dalam aplikasi Emacs.

Kedua markup language tersebut menggunakan LaTeX sistem sebagai mesin typesetting nya. Jadi pastikan anda menginstalasi TexLive sebelum menggunakan kedua markup tersebut.

Nah sekarang mengenai org mode, sudah disampaikan bahwa ia adalah salah satu add on package milik Emacs. Tapi dalam Emacs versi yang baru (setelah versi 23), package ini sudah terintegrasi di dalam distribusi instalasi Emacs. Jadi anda tidak perlu menginstalasi atau meng-update-nya secara terpisah.

Org mode (awalnya ditulis lengkap "organizer mode") menjejalkan kemampuan text editing  dan scheduling. Yang sisi scheduling saya baru mulai belajar. Jadi anda dapat menghasilkan dokumen buku/skripsi/tesis/disertasi secara lengkap hanya dengan org mode ini. Plus, anda juga dapat menggunakannya untuk mencatat rapat (note-taking) dan mengatur jadual anda.

Karena menggunakan LaTeX sebagai back-end nya, maka anda juga dapat menggunakan org mode untuk membuat slide presentasi, tentunya dengan memanfaatkan "beamer" template dari LaTeX. Berikut ini adalah contoh yang dapat diberikan. Bila belum jelas, silahkan googling dan ditambahi ya.

Dunia ini akan lebih indah kalau kita saling berbagai informasi, bukan kebencian. 

Salam dari Padalarang.

(Gabung juga dalam jejaring ilmiah saya di akun twitter @dasaptaerwin)

15 February 2014

Sistem Tata Suara Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (Originally posted by @jsarwono)

Dear Students, berginilah kalau dosen nge-blog. Ada contoh yang ilmiah seperti blog Pak Joko Sarwono ini (beliau Dosen Teknik Fisika ITB) atau bisa juga yang campuran dengan yang ringan dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti blog milik Pak Budi Rahardjo (beliau Dosen Teknik Informatika).

Ok… Selamat ngeblog…

The one with the email reply

I am very sorry for posting it in Indonesian Language, because it was originally a n email reply to a student, asking how did I write (nearly everyday).
———————————————————————
Sama-sama, semoga email reply ini bermanfaat. Saya membagi (sharing) bukan hanya untuk anda semua, tapi juga untuk saya sendiri. Supaya saya juga tidak berhenti mencari. Jangan dikira, saya tidak nonton TV dan mengikuti serial TV. Anda tahu serial Mentallist atau Bates Motel? itu sudah habis saya tonton. Utk video games, saya memang bukan gamers. Tapi kalau anak saya mengajak main games lucu-lucu (bahkan nge-dance di Nintendo Wii), saya juga pasti tidak menolak, walaupun badan habis keringetan.
Hanya saja, berapa jam sih kita nonton dalam 24 jam total sehari. Pastinya kan tidak 100%. Kita hanya perlu memastikan bahwa saat kita tidak nonton TV atau video games, kita memikirkan kegiatan utama kita… Riset kita. Mohon diingat ya, fokus saja ke riset anda. Kuliah akan mengikuti. At least itu terbukti untuk saya. Seperti yang sering saya sampaikan, arahkan semua tugas kuliah, pertanyaan kuliah ke rencana riset anda. Tapi saya sering juga bilang, buat dua rencana riset. Everyone must have at least onePlan B right.
Utk blogging. ini juga cara saya untuk stay awake. Saya sering sampaikan kepada mahasiswa saya, “bagaimana mana sih agar kita bisa dikenal orang?” (in a good way pastinya ya). Saya sambung:
Kondisi 1 — “kalaupun ganteng atau cantik, kita bukan tipe yang camera face, kalaupun lucu tapi pastinya masih malu-malu (yang masuk TV adalah yang lucu dan tidak tahu malu :-))
Kondisi 2 — “kalaupun kita bisa main musik, pastinya juga tidak berkembang pesat karena “disambil” jadi mahasiswa atau dosen”
Jadi kembali lagi, bagaimana agar kita “yang orang universitas” ini bisa dikenal. Satu-satunya yang masuk akal adalah dengan “menulis”. Mengapa saya beri tanda ” “, karena menulis sangat luas. Salah satunya adalah dengan blogging. Silahkan mulai “nge-blog” dengan platform yang mudah: WordPress(punya Yahoo) atau Blogger (punya Google). Tulis apa saja for a start, tapi selipkan materi riset anda. Satu paragraf saja. Salah satu mahasiswa S2 Prodi Teknik Air Tanah, sudah mulai menulis di ForumAnakbertanya.
Kalau sudah terlatih, bahkan email ini bisa juga jadi blogpost (tentunya setelah diedit dengan menghilangkan yang privacy).
Ok. Just do It (kalau kata sepatu mah)
:-)
Salam @d_erwin_irawan
(ilustrasi dariwww.intelligentbee.com)

14 February 2014

The one with the GTD (Get Things Done)

  • My computers and mobile devices
    • Laptop: Macbook Air (13,1” and 128 GB model) (Circa 2012)
    • Phone: iPhone 5s (Black-Space grey). The recently-replaced iPhone was a 3 yo (3Gs). I was moving away from Blackberry since then :-).  
  • Other gadgets I use regularly
    • I used to record my voice note using Sony Digital Recorder (1 gigs), but I use my iPhone now to do that.
    • I’m still using “old skool” classic notepad to write whatever, mainly my to do list. :-) 
  • Frequently-used apps
    • Google Apps: I practically live on Google Apps system. 
      • Gmail: I use it on my MB (with Google Chrome) and on my iPhone (with standard mail app).
      • Google Calendar: I put all of my todo list and activities on my Cal (iPhone) which is connected to the Google Cal app. This is how my devices stay connected.
      • Google Docs: I use this app when I’m connected to the net, searching for some references. I always open the pdfs, docs/ppts/xls (opendable docs) with Google Docs, so that I don’t clutter my MB HDD with files that I don’t need (read: junks) . It will automatically saved in my Google Drive account. Therefore I can seek them again whenever I need.
      • Google Notes: I always my “Notes app” in my iPhone just to take note on whatever crosses my mind. The app is connected to my Google and iCloud acc, then my devices will record the same note. I can access them later on, when I need to develop it. Last but not least, do to the limited internet connection, I often use the fast line at the office, instead of at my apartment. In offline environment I always use Growly Notes (it pastes anything on your copy-path) to store my ideas, for retrieving later on. 
      • Office app: My main office app is LibreOffice. Because of its free (offcourse), and save all docs in default open document formats (to make sure it won’t catch viruses). Only a few docs I save in Microsoft formats, the selected ones that I think it is going to need collab with others (colleague) that use Ms Office.  I always share my work in pdf formats (offcourse reduce the file size before send it). 
      • Evernote: I call it the souvenir from the 21st century, and it’s free!!! I use it in my Googling journey, make article clips, page clips of what I found interesting. I often take snapshots of my notes and my sketches (from my notepad) and make a few bits of thoughts afterwards. Almost forget, I always share my “discoveries” to my students, using Evernote. I send out my article links to them so that they know what I’m thinking, and what references to use, or just light chit chat to ease their.


10 February 2014

Hello Sydney !!!

1st live broadcast from Sydney :-) Alhamdulillah… We flew with Qantas for about 6 hrs, plus 1 hr bus ride with Airport Shuttle Service, then arrived at Westmead area, western suburb of Sydney. We live at the Accommodation complex of Westmead Hospital. just a quick stroll for my wife to the hospital (where she’s doing her PhD) and 1 hr train ride to Australian Technology Park (where I do my research at Usyd).

Hopefully we can enjoy this year :-) – at Westmead Hospital Accommodation Complex


19 February 2013

The first 3 common mistakes in writing


These are the first 3 common mistakes in writing. Why 3? at least the number was taken from the latest Referat class in geology.
  1. Lack of motivation. From the situation that I can catch from the class, was that, some students did their homework just for passing the course. Also as seen in the Referat class, I sensed the same situation. The result, nonetheless, was a very poorly-checked article (see http://erwinirawansblog.blogspot.com/2012/08/ctrl-f-to-find-references.html), with many typo errors, and the most important think was the references and citations.
  2. Writing from the front. You should start to write from last page of your article, yes, references or bibliography. Exactly. Many students made a critical errors in citations and references,  because they only saw them as a title of a book or article (see http://erwinirawansblog.blogspot.com/2013/01/memulai-skripsi-dari-daftar-pustaka.html and http://erwinirawansblog.blogspot.com/2013/01/blog-post.html). On the other hand, they should be the basis of our article. They should think of it as a someone else' work, which he/she also met the same obstacle to finish the work as we did, that we must appreciate and pay some respects. If you take this "bibliography" part really serious, than you don't make such mistakes.
  3. Title first ask question later. Some students think that they should first choose the title before designing article's structure. If you did this, then unless you're a Pulitzer level author, at many times you will feel that you choose the wrong title for you article. So please do check your article one last time and then evaluate your title, whether it reflects the article's structure or not. For instance, if you do not choose the title "Statistical Evaluation of xxxxxx" if you're article only contains one correlation chart. Afetr you have a match title, then you go to the abstract (see http://blogs.lse.ac.uk/impactofsocialsciences/2011/06/20/essential-guide-writing-good-abstracts/)
I am writing this does not mean I always write very good and perfect articles, but I write this as a writer that receive many rejections and comments.

Technorati Tags: , , , ,

10 February 2013

Proposal harus detil (seri proposal 1)

Proposal harus detil (seri proposal 1)

Menurut saya, para mahasiswa saat ini sudah sangat sering mendengar kata proposal. Sebagian besar jg pasti telah pernah membuat dokumen tersebut. Bahasan singkat saya ini juga bukan ditujukan untuk menggurui, apalagi membuat penyeragaman. Ini karena setiap proposal dapat saja dikustomisasi untuk memenuhi permintaan program atau yang akan dituju.

Posting pendek saya akan membahas mengenai beberapa kekurangan umum yang sering dijumpai. Ini berlaku untuk berbagai jenis proposal, apakah itu proposal kegiatan mahasiswa atau proposal skripsi (wajib atau sunat ya di S1 Geologi ITB).

Proposal harus fokus dan detil
Membicarakan proposal artinya bila seseorang membacanya maka harusnya tidak ada lagi pertanyaan tentang apa yang akan anda lakukan. Kalau di bidang geologi, ya mestinya harus jelas apa yang akan dilakukan, untuk menjawab masalah apa, dan di mana. Bila perlu (dan sanggup) mestinya proposal bisa menjawab pertanyaan: berapa banyak anda akan membuat lintasan observasi, di mana anda akan membuat lintasan, apa saja yang akan dilakukan saat observasi, berapa stop site yang akan anda buat, berapa target sampel anda, akan diuji apa saja sampel itu (misal analisis petrografi, analisis XRD, analisis mikrofosil, dll). Dan pertanyaan-pertanyaan lain hingga berapa estimasi biaya yang akan anda perlukan hingga proyek tugas akhir ini selesai. Mengapa saya menyebut "proyek" tugas akhir? lihat posting saya yang lain.

Artinya apa. Artinya kalau anda mengerjakan proyek TA tentang mikrofosil pasti akan beda proposalnya dengan TA lain yang studi khususnya stratigrafi atau geologi teknik. Bedanya tidak hanya di judul tetapi di seluruh bagian dari TA tersebut.


Proposal harus ilustratif
Lihat posting terkait.

Proposal harus persuasif
Lihat posting terkait.



01 February 2013

Memperlakukan TA seperti proyek :)

Gambar berikut saya ambil dari buku berjudul Menulis Laporan Teknik, yg ditulis oleh Pak Purbo-hadiwijoyo, di thn 1993. Dlm buku tsb beliau menekankan bahwa proses menulis laporan tdk bisa instan san butuh latihan dan repetisi. Dari buku tab pula, saya mendapat pesan bahwa tugas akhir jg dpt diperlakukan seperti proyek. Kalau kita bisa tertib kalau mengerjakan proyek tapi sering "menghilang" kalau urusan TA (bisa skripsi atau tesis ya).

Mengapa bisa dianalogikan seperti proyek? Pertama karena durasinya akam mirip, yakni sekitar 8 bulan dlm siklus kerja selama setahun. Kalau utk level S2 ekivalen dgn 4 bulan efektif per semester dikali 4 semester sehingga total 16 bulan. Ambil saja 15 bulan supaya mudah. Sepanjang itulah waktu kita utk memulai meimikirkan topik, metode dan lokasi T A kita.

Dalam skema ini sigambarkan adanya update status proyek yg biasanya berkaitan dgn termin pencairan dana. Menurut saya milestone ini bisa dianalogikan dgn ujian proposal, seminar/kolokium atau bisa jg dlm bentuk makalah yg kita sampaikan si berbagai pertemuan ilmiah. Tinggal diplot saja kapan deadline pemasukan abstrak IaGI/IPA atau forum-forum ilmiah lainnya. Tiap-tiap event berisi update status TA lita. Saya pikir pola ini memenuhi prinsip perbaikan berkelanjutan. Beberapa kilega di LN jg melakukan hal yg sama. Tesis atau disertasi sejatinya merupakan rangkuman dan penghalusan dr beberapa paper mereka dlm seminar atau konferensi. ujungnya diakhiri dgn penrbitan makalahnya dlm jurnal bereputasi baik. Demikian sekilas pola pikir saya. Silahkan dicoba atau malah dibantah. Seperti biasa ini adalah berbagi bukan menggurui. Salam @d_erwin_irawan

11 January 2013

Mencari judul


Bila anda berpikir judul tugas akhir anda (khususnya untuk ilmu geologi) harus sama sejak awal maka anda salah. judul dapat saja berubah sejalan dengan waktu, ditentukan oleh cukup atau tidaknya data yang dapatkan di lapangan. Bahkan untuk beberapa kasus, malah berganti topik khusus atau justru tidak memiliki topik khusus atau geologi umum saja. Namun jangan pula berpikir skripsi geologi umum kastanya lebih rendah.

selengkapnya di http://wp.me/p4SeS-bR


09 January 2013

Memulai skripsi dari Daftar Pustaka


Pagi ini ada pengalaman baru untuk di-share. Ingat pesan saya beberapa posting yang lalu "Memulai skripsi dari Daftar Pustaka", nah pagi ini terbukti bahwa kesalahan di Daftar Pustaka sangat fatal dan mungkin saja bisa menyebabkan batal sidang. Sekali lagi saya menekankan bahwa sebelum tugas akhir dimulai, maka kumpulkanlah referensi selengkap mungkin dan se-sistematis mungkin. 

baca selengkapnya di: http://wp.me/p4SeS-bH