31 December 2013

Seminar 04: Hidrostratigrafi CAT Bandung-Soreang berdasarkan Parameter Hidrolik, Hidrokimia dan Isotop Stabil

Selamat kepada Bambang Sunarwan, MT atas kelulusannya dalam acara Seminar ke-4 Program Doktor Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung. Langkah selanjutnya adalah Sidang Tertutup.

Berikut adalah abstrak risetnya...

==========

Pernyataan Riset (Research Statement)

Nama mahasiswa         : Bambang Sunarwan
Judul Riset                   : Hidrostratigrafi CAT Bandung-Soreang berdasarkan Parameter Hidrolik, Hidrokimia dan Isotop Stabil
Tim Promotor              : Prof.Dr. Deny Juanda Puradimaja (Ketua)
                                       Prof.Dr. Sudarto Notosiswoyo (Anggota)
                                       Dr. Imam A. Sadisun (Anggota)

Riset ini memiliki fokus kajian:
·         merekonstruksi unit-unit hidrostratigrafi berdasarkan karakter fisik-hidrolik
·         mengkarakterisasi pola hidrokimia dan isotop untuk masing-masing unit hidrostratigrafi
·         analisis dilakukan terhadap data-data: 111 sumur bor, 87 mata air, dan 65 sumur gali, serta total sampel hidrokimia sebanyak 142 buah, 75 sampel 3H, dan 195 sampel 2H-18O.

Hal baru yang dapat dirumuskan dari disertasi ini adalah sebagai berikut:
·         Aspek Metodologi, yakni kombinasi teknik pemetaan hidrogeologi yang didukung dengan:
·         Analisis sifat fisik-hidrolik untuk pembagian unit hidrostratigrafi. Analisis ini menggunakan data log sumur (densitas) untuk mengestimasi nilai porositas, permeabilitas, dan transmisivitas (berdasarkan Atlas Log Baker Hughes dan Persamaan Chilingarian). Berdasarkan nilai tersebut kemudian diinterpretasi batas-batas unit hidrostratigrafinya.
·         Analisis statistik multi-variabel untuk mengidentifikasi karakter sistem hidrostratigrafi.
·         Aspek Aplikasi
·         Identifikasi tiga unit hidrostratigrafi untuk sistem multi-akuifer di CAT Bandung-Soreang. Hasil interpretasi korelasi unit hidrostratigrafi menghasilkan tiga unit hidrostratigrafi dengan delapan sub unit hidrostratigrafi (direkonstruksi dari 35 lapisan batuan). Hasil korelasi juga memperlihatkan adanya lensa-lensa di bagian tengah hingga timur CAT Bandung-Soreang.
·         Aplikasi analisis statistik multi-variabel hidrokimia air tanah: Tiga unit hidrostratigrafi tersebut di atas kemudian dikarakterisasi pola aliran dan siklus hidrologinya berdasarkan parameter hidrokimia (elemen utama) dan isotopnya (2H, 3H, dan 18O). Teknik ini untuk menguraikan:
§  Dua pola aliran air tanah (lokal dan regional).
§  Dua parameter dominan yang mempengaruhi hidrokimia air tanah (parameter interaksi dengan akuifer dan parameter dengan kondisi permukaan).
§  Adanya karakter air tanah yang berubah-ubah karakternya, antara karakter air meteorik dan karakter air tanah tertekan.

Riset ini telah dipublikasikan dalam media sebagai berikut:
·         Seminar/Ceramah
Seminar Sosialisasi Perda Air Tanah Kota Bandung, Agustus 2013.
-   Kuliah umum Prodi Teknik Geologi ITB
·         Publikasi:
o   Perubahan Karakter Isotop 2Hdan 18O Air Tanah pada Akuifer Dangkal di CAT Bandung-Soreang, Seminar Nasional Badan Tenaga Atom Nasional tanggal 19 Juni 2013,
o   Hidrostratigrafi Cekungan Air Tanah Bandung-Soreang, Majalah Geologi Indonesia (submitted).
o   Hidrokimia Cekungan Air Tanah Bandung-Soreang, Majalah Geologi Indonesia (submitted).


Post a Comment