07 March 2014

[Sci writing] The one with random brain

#7



Jangan terlalu berharap juga gagasan anda sudah muncul dalam bentuk paragraf-paragraf yang mengalir dan terhubung, atau dengan tata bahasa yang sudah rapih, dari pendahuluan sampai kesimpulan. Well no sir. I’m afraid our brain is not built on the basis of regularity. It often jump start and start to randomize anything on its path. 

Seringkali pikiran kita sangatlah acak. Mestinya bukan hanya saya ya, tapi banyak juga diantara anda yang seperti ini. Tugas otak kita lah, untuk secara pelan tapi pasti, untuk menyusun dan menstrukturkan pikiran kita. Jangan kuatir, otak kita didisain oleh Allah SWT untuk juga mampu mengorganisir berbagai hal kecil menjadi satu tujuan besar. Syaratnya satu, semua gagasan harus diingat, dan karena kita ini (saya terutama) sangat pelupa, maka kita biasakan mencatat. Di sini lah gunanya selalu membawa bolpen dan notepad tadi (baca post sebelumnya).  Beginilah contohnya hasil pemikiran acak (insert foto).   

Kembali ke pikiran yang acak tadi, sekali lagi jangan risau dengan keacakan pikiran anda. Kerisauan anda hanya akan berujung kepada anda malas lanjut menulis. Tugas anda hanya fokus untuk menuliskan gagasan tepat di saat ia muncul. Bila anda sudah terlatih, maka gagasan acak akan menjadi rapih secara lebih cepat, dan lebih cepat lagi. Terkadang seperti otomatis, atau seperti kita menggosok gigi (insert link). 


Fakta kecil ya, ternyata banyak ilmuwan (bukan seniman ya) mengaku paling susah saat menyusun Bab Introduction (Pendahuluan). Di luar dugaan pula, banyak dari mereka yang justru lebih mudah menulis Bab Metode dan Bab Hasil. 
Post a Comment