29 May 2013

Menebar ide dengan proposal

Proposal tujuannya untuk menebar ide kita kpd para pembacanya. Target tdk ada lain kecuali hrs mampu mempengaruhi pembacanya. Oleh karenanya proposal wajib hukumnya bisa membawa pembacanya ke alam kita. Proposal harus runut dan mengalir. Sejak latar belakang hingga target tujuan yang akan dicapai.

Untuk itu proposal harus bisa memberi gambaran kondisi kita. Kalau proposal mahasiswa ya sudah wajar kalau diberi ilustrasi peta kampus atau peta lokasi himpunan mahasiswa, atau foto-foto kemahasiswaan. Kalau proposal penelitian ya wajib juga untuk menampilkan peta lokasi yang jelas, kondisi masyarakat, kondisi lingkungan dll. Memang mungkin kecil sekali pengaruhnya, tapi kalau saya jadi orang yang membacanya, maka saya akan lebih cepat memutuskan memberi donasi kepada kegiatan yang jelas pelaksanaannya.

Satu lagi yang penting, orang yang mau "nyumbang" pastinya juga akan memperhitungkan apakah biaya yang diajukan realistis kalau dibanding target hasilnya. Jadi kalau buat proposal harus lengkap dari ujung sampai akhirnya. Bagi dalam beberapa tahap, bisa dalam batasan tahun atau batasannya adalah jumlah dana. Jadi pembaca harus yakin bahwa panitua siap dan bisa melaksanakan kegiatan Walaupun jumlah dana yang terkumpul tidak mencapai target. Juga beri kesempatan para donatur untuk memilih jenis bantuan yang tidak dalam bentuk uang. Misalnya bisa saja ybs punya aula yang bisa disewa atas tanggungan ybs dll. Atau ybs punya katering sehingga urusan makan sudah ditanggung ybs. Macam-macam lagi bentuknya.

Lebih penting lagi, mengapa kita melaksanakan suatu kegiatan. Nah, ini juga sering ...

(ilustrasi gambar: taman gantung di Bandara Husein Sastranegara, memang tdk nyambung hanya utk ilustrasi saja hehe)

Post a Comment